Minggu, 05 Desember 2010

Mikroorganisme Air

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keberadaan mikroorganisme baru diketahui dengan nyata setelah ditemukannya lensa sebagai alat pembesar. Mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa karena ukurannya yang sangat kecil, pada tahun 1683 menjadi dapat terlihat karena penemuan lensa oleh Antonie van Leeuwenhoek (1632 – 1723). Penemuan Leeuwenhoek tersebut merupakan awal penting dalam dunia mikrobiologi.
Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme atau mikroba. Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme mikroskopik yang sebagian besar berupa satu sel. Mikroba berukuran sekitar seperseribu milimeter (1 mikrometer) atau bahkan kurang, walaupun ada juga yang lebih besar dari 5 mikrometer.
Zoologis Jerman, EH Haeckel (1866) mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi tiga dunia, yaitu dunia tanaman, hewan, dan protista. Protista atau mikroorganisme yang bukan hewan dan tanaman ini sebagian besar terdiri dari hanya satu sel. Kedalam golongan protista ini termasuklah bakteri, alga, fungi (kapang dan khamir), dan protozoa. Virus tidak termasuk protista karena bukan makhluk satu sel. Berdasarkan organisasi selularnya, protista dibagi menjadi dua golongan yaitu protista tingkat rendah (prokaryot) dan protista tingkat tinggi (eukaryot). Alga hijau biru dan bakteri tergolong kepada prokaryot. Sebagian mikrobiologist menganggap alga hijau biru adalah bakteri juga. Golongan eukaryot terdiri atas protozoa, fungi (khamir dan kapang), dan alga dimana organisasi selularnya sudah relatif sempurna menyerupai tanaman atau hewan.
Mikroorganisme dapat ditemukan dimanapun di dunia ini, mulai dari dasar lautan yang paling dalam sampai ke puncak gunung yang paling tinggi, ada yang hidup dalam air panas pada suhu tinggi bahkan ada yang sampai 250 derajat celcius (extremophilic). Hal ini disebabkan karena banyak mikroorganisme dibawa oleh angin, dibawa oleh aliran udara dari permukaan bumi ke atmosfir atau terbawa oleh agen pembawa lainnya, seperti hewan, manusia, dan tumbuhan. Mikroba juga dapat terbawa bersama aliran air ke sungai, danau dan laut. Mikroorganisme banyak ditemukan di tempat-tempat yang tersedia makanan, kelembaban dan suhu yang sesuai untuk pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme. Karena kondisi yang cocok untuk kehidupan manusia juga cocok bagi mikroba maka tidak dapat dihindari bila kita hidup berdampingan dengan mikroba. Pada diri manusia, mikroorganisme terdapat mulai dari permukaan kulit kita sampai ke dalam usus.
Mikroba lebih banyak lagi ditemui pada tanaman dan hewan. Sebagian besar mikroba tidak berbahaya bagi manusia, dan manusia yang sehat diberi kemampuan oleh Yang Maha Kuasa untuk bertahan dari serangan mikroba yang berbahaya sampai batas-batas tertentu.
Pada lingkungan perairan terdapat mikroorganisme sama seperti lingkungan yang lainnya. Air adalah sumber daya alam penting bagi kehidupan dan merupakan komponen penting dari fungsi ekosistem yang kelimpahannya sangat besar dalam planet ini. Air juga secara geologis penting karena perannya dalam pelapukan, erosi, transportasi dan pengendapan sedimen (Atlas Kanada, 2004). Air tidak hanya sumber kelangsungan hidup semua makhluk hidup tetapi juga vektor utama untuk semua pengembangan kegiatan dan terintegrasi terkait dengan semua proses-proses ekologi dan sosial. Ekosistem perairan adalah subdivisi utama biosfer. Hampir 71% dari luas permukaan bumi ditutupi oleh air. Dalam total volume air, sekitar 97% adalah air laut. Ini berarti bahwa kurang dari 3% dari volume air di dunia adalah air tawar (Gleick, 1996). Namun, tidak semua air tawar ini tersedia untuk digunakan oleh manusia dan kurang dari 1% dari itu digunakan untuk minum (Gray, 1994).

B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan dalam makalah ini adalah:
1. Apa saja kelompok mikroorganisme yang hidup dalam air?
2. Apa saja mikroorganisme air yang menguntungkan dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan?
3. Apa saja kelompok mikroorganisme air yang merugikan dan dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan manusia?
C. Tujuan
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui kelompok mikroorganisme yang hidup dalam air
2. Untuk mengetahui mikroorganisme air yang menguntungkan dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan
3. Untuk mengetahui mikroorganisme air yang merugikan dan dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan
D. Manfaat
1. Memberikan pengetahuan tentang kelompok mikroorganisme yang hidup di air.
2. Memberikan pengetahuan tentang jenis mikroorganisme air yang menguntungkan dan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan
3. Memberikan pengetahuan tentang jenis mikroorganisme air yang merugikan dan dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan



BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Mikroorganisme Air
Perairan alami memiliki sifat yang dinamis dan aliran energi yang kontinyu hal ini terjadi selama sistem di dalamnya tidak mendapatkan gangguan atau hambatan, antara lain dalam bentuk pencemaran. Lingkungan perairan meliputi air laut, air payau (peralihan air tawar ke air laut), dan air tawar, Di lingkungan laut lepas memiliki populasi mikroorganisme yang relatif lebih rendah, di lingkungan pantai populasi mikroorganisme terdapat lebih banyak, hal ini karena lingkungan pantai kaya akan nutrien yang berasal dari daratan. Pada lingkungan perairan terdapat mikroorganisme sama seperti lingkungan yang lainnya. Kelompok mikroorganisme yang hidup di dalam air terdiri dari :
1. Bakteri
2. Alga biru-hijau
3. Fungi
4. Microalgae
5. Virus
6. Protozoa
Air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi dapat juga merupakan suatu substansi yang membawa malapetaka, karena air dapat membawa mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Tarigan, 1988). Dalam air baik yang kita anggap jernih, sampai terhadap air yang keadaannya sudah kotor atau tercemar, di dalamnya akan terkandung sejumlah kehidupan, yaitu misalnya yang berasal dari sumur biasa, sumur pompa, sumber mata air dan sebagainya, di dalamnya terdiri dari bakteri, yaitu :
 Kelompok bakteri besi (misalnya Crenothrix dan Sphaerotilus) yang mampu mengoksidasi senyawa ferro menjadi ferri. Akibat kehadirannya, air sering berubah warna kalau disimpan lama yaitu warna kehitam-hitaman, kecoklat-coklatan, dan sebagainya.
 Kelompok bakteri belerang (antara lain Chromatium dan Thiobacillus) yang mampu mereduksi senyawa sulfat menjadi H2S. Akibatnya kalau air disimpan lama akan tercium bau busuk seperti bau telur busuk.
 Kelompok mikroalge (misalnya yang termasuk mikroalga hijau, biru dan kersik), sehingga kalau air disimpan lama di dalamnya akan nampak jasad-jasad yang berwarna hijau, biru atau pun kekuning-kuningan, tergantung kepada dominasi jasad-jasad tersebut serta lingkungan yang mempengaruhinya.
Mikroorganisme di perairan berdasarkan sifat tropiknya meliputi :
1. Mikroba autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Contohnya : Thiobacillus, Nitrosomonas, Nitrobacter.
2. Mikroba heterotrof adalah organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Contohnya antara lain : Saprolegnia sp., Candida albicans, Trichopnyton rubrum.
 Bakteri
Bakteri yang hidup di perairan umumnya uniseluler, tidak memiliki klorofil, berkembang biak dengan pembelahan sel secara transversal atau biner, sebagian besar (± 80%) berbentuk batang, gram negatif, bergerak secara aktif. Secara umum hidupnya saprofitik pada sisa buangan hewan atau tanaman yang sudah mati, ada juga yang bersifat parasitik pada hewan, manusia dan tanaman yang dapat menyebabkan penyakit. Contoh bakteri yang banyak dijumpai di laut : Pseudomonas, Vibrio, Flavobacterium, Achromobacter dan Bacterium.



1. Vibrio (Vibrio cholerae)
Klasifikasi Ilmiah
Domain :Bakteri
Kerajaan :Bacteria
Filum :Proteobacteria
Kelas :Gamma Proteobacteria
Ordo :Vibrionales
Famili :Vibrionaceae
Genus : Vibrio
Vibrio adalah salah satu jenis bakteri yang tergolong dalam kelompok marine bacteria. Bakteri ini umumnya memiliki habitat alami di laut. Sejumlah spesies Vibrio yang dikenal sebagai patogen seperti V. alginolyticus, V. anguillarum, V. carchariae, V. cholerae, V. harveyii, V. ordalii dan V. Vulnificus.







2. Shigella sp.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan :Bakteria
Filum :Proteobakteria
Kelas :Gamma Proteobakteria
Ordo :Enterobakteriales
Famili :Enterobakteriaceae
Genus : Shigella

Spesies
S. boydii
S. dysenteriae
S. flexneri
S. sonnei
Shigella adalah genus dari Gram-negatif, non-motil, bakteri endospor berbentuk-tongkat yang berhubungan dekat dengan Escherichia coli dan Salmonella. Shigella merupakan penyebab dari penyakit shigellosis pada manusia, selain itu, Shigella juga menyebabkan penyakit pada primata lainnya, tetapi tidak pada mamalia lainnya
 Alga Biru Hijau
Alga tidak memiliki akar, batang dan daun yang mempunyai fungsi seperti tumbuhan darat, wujud alga terdiri dari batang yang disebut thallus. Umumnya alga hidup secara bebas di air atau bersimbiosis dengan jasad lain. Mempunyai bentuk uniseluler, filamen yang mengelilingi tubuhnya banyak diselimuti dengan lendir. Merupakan divisi Cyanophyta dengan beberapa kelas yaitu : Nostocales, Chroococcales, dan Stigonematales, Hydrodictyon.
1. Hydrodictyon
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Famili : Hydrodictyaceae
Genus : Hydrodictyon
• Spesies Hydrodictyon africanum
• Hydrodictyon indicum
• Hydrodictyon patenaeforme
• Hydrodictyon reticulatum
2. Chlorella
Chlorella adalah genus ganggang hijau bersel tunggal yang hidup di air tawar, laut, dan tempat basah.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : chlorococcales
Famili : Oocystaceae
Genus : Chlorella
spesies
• Chlorella vulgaris pyrenoidosa
• Chlorella pyrenoidosa






 Fungi
Hidup tersebar luas, berbentuk uniseluler, umumnya berbentuk filamen atau serat yang disebut miselia atau hifa. Contoh : Saprolegnia sp., Branchiomyces sanguinis, Icthyophonus hoferi.
1. Saprolegnia
Saprolegnia adalah genus dari Oomycota. Saprolegnia hidup menempel pada tubuh ikan atau hewan air lainnya. Saprolegnia berbentuk seperti lapisan selaput. Saprolegnia bersifat saprotrof dan nekrotrof.


Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Protocista
Filum : Heterkonta
Kelas : Oomycotea
Ordo : Saprolegniales
Famili : Saprolegniaceae
Genus : Saprolegnia
Spesies
S. australis, S. ferax, S. declina, S. longicaulis, S. mixta, S. parasitica, S. sporangium, S. variabilis.
2. Branchiomycosis
Branchiomyces demigrans atau "Gill Rot (busuk insang)" disebabkan oleh jamur Branchiomyces sanguinis dan Branchiomyces demigrans . Spesies jamur ini biasanya dijumpai pada ikan yang mengalami stres lingkungan, seperti pH rendah (5.8 -6.5), kandungan oksigen rendah atau pertumbuhan algae yang berlebih dalam akuarium, Branchiomyces sp.tumbuh pada temperatur 14 - 35°C , pertumbuhan optimal biasanya terjadi pada selang suhu 25 - 31°C. Penyebab utama infeksi biasanya adalah spora jamur yang terbawa air dan kotoran pada dasar akuarium. Tanda-tanda Penyakit Branchiomyces sanguinis dan B. demigrans pada umumnya menyerang insang ikan.
3. Icthyophonus
Icthyophonus disebabkan oleh jamur Icthyophonus hoferi . Jamur ini tumbuh baik pada air tawar maupun air asin (laut). Meskipun demikian, biasanya serangan jamur ini hanya akan terjadi pada air dingin 2 - 20° C. Penyebaran Icthyophonus berlangsung melalu kista yang terbawa kotoran ikan atau akibat kanibalisme terhadap ikan yang terjangkit.
 Mikroalgae
Contoh : Chlorella sp., Pyrodinium bahamense, Trichadesmium erythraeum, salah satu spesies dari Cyanobacterium, Noctiluca scintillans (satu spesies dari Dinoflagellata).
1. Chlorella sp.
Menurut Vashista (1979) dalam Rostini (2007) Chlorella termasuk dalam:
Filum : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Chloroccocales
Famili : Chlorelllaceae
Genus : Chlorella
Spesies : Chlorella sp.
 Virus
Bentuk virus bermacam-macam antara lain : bentuk batang pendek, batang panjang, bulat, bentuk polihedral. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Hanya memiliki satu jenis asam nukleat. Contoh virus Coli-fag.






 Protozoa
Protozoa merupakan protista unisel, mikroskopis, berukuran yang bervariasi antara 10 – 500 mikron, hidup sebagai satu individu ada pula yang berkoloni. Protozoa terbagi menjadi 3 yaitu amoeba/pseudoodia, siliata dan flagelata. Contoh : Cryptocaryon irritans, Stylonycia sp., Entamoeba histolitika.
1. Trichodiniasis
Agen kausatif : Trichodina, Trichodinella, Tripartiella. Parasit ini menyerang kulit dan insang ikan budidaya seperti bandeng, kakap, kerapu.

Trichodina pada insang ikan kerapu (koleksi Laboratorium BBAP Ujung Batee)
ciri-ciri
• parasit ini mudah berkembang pada kondisi air pemeliharaan yang kurang bersih
• berbentuk seperti cawan dengan bulu getar disekililing tepi tubuhnya
• diameter berkisar 100 nm
Jenis Metazoa
Cacing Kulit
kausatif agen : Benedenia sp, Neobenedenia sp, termasuk cacing trematoda dan tergolong monogenia. Cacing ini menyerang kulit dan mata ikan budidaya seperti kerapu, kakap.
ciri-ciri parasit :
• berbentuk pipih agak oval
• panjang 1-5 mm
• bagian anterior terdapat sepasang alat penempel, sedangkan bagian posterior terdapat achor yang dilengkapi alat pengait




Caligus
agen kausatif : caligus epidemicus, caligus patulus. biasanya menyerang kulit, sirip dan insang pada ikan kerapu, kakap,
ciri-ciri parasit :




1. Lingkungan Perairan Laut
Pada lingkungan perairan laut mikroorganisme terdapat di seluruh bagian laut dari permukaan air laut sampai dasar relung yang terdalam. Terdapat 8 habitat/ wilayah yang dihuni oleh mikroorganisme laut, yaitu :
a. Habitat permukaan laut disebut neuston/pleuston (mikrohabitat di perbatasan antara udara dan air yang kaya polisakarida-protein). Plankton : organisme yang pasif bergerak sebagian besar adalah organisme fotosintetik yang berdiam di wilayah fotik. Berdasarkan komposisi penyusunnya plankton dapat dibedakan:
1.) fitoplankton (plankton tumbuhan)
2.) zooplankton (plankton hewan)/bakterioplankton (bakteri).
Berdasarkan asal-usulnya plankton dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.) autoplankton yaitu plankton yang berasal dari habitat tersebut
2.) alloplankton yaitu plankton yang berasal dari luar habitat tersebut.
sedangkan berdasarkan ukurannya plankton dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.) femtoplankton ( 0,02 – 0,2 µm);
2.) pikoplankton (0,2 – 2,0 µm);
3.) nanoplankton (2,0 – 20 µm); plankton yang lolos dari plankton-net no 25
4.) mikroplankton (20 – 200 µm);
5.) mesoplankton (0,2-20 mm); atau netplankton merupakan plankton yang dapat ditangkap dengan plankton-net no 25
6.) makroplankton (20 – 200 mm); plankton yang dapat dilihat dengan mata telanjang
7.) megaplankton (200 – 2000 mm).
b. Habitat epibiotik: permukaan benda mati yang dilekati oleh komunitas mikroorganisme.
c. Habitat endobiotik : lingkungan dalam jaringan tubuh organisme yang lebih besar.
d. Habitat epipelagik: dari permukaan sampai kedalaman 100 m. Diantara lapisan epipelagik dan mesopelagik terdapat lapisan termoklin (lapisan yang selalu mengalami perubahan suhu yang cepat), terutama dijumpai di perairan dalam daerah iklim sedang.
e. Habitat mesopelagik: sampai kedalaman 2000 m
f. Habitat batipelagi
g. Habitat abisopelagik
h. Habitat bentik/dasar laut : daerah perbatasan antara air laut dengan sedimen. Distribusi bakteri di laut dipengaruhi oleh antara lain gerakan air laut, jarak dari pantai, kedalaman, cahaya matahari, iklim dan organisme lain.
2. Lingkungan Perairan Tawar
Pada umumnya lingkungan perairan tawar lebih banyak mengandung nutrien jika dibandingkan dengan lingkungan perairan laut. Lingkungan perairan tawar dibagi menjadi 2 kategori yaitu :
1) habitat lentik contoh : danau, kolam
2) habitat lotik contoh : mata air, sungai
3) Lingkungan Perairan Payau
Lingkungan perairan tawar merupakan daerah transisi antara perairan tawar dan laut. Mikroorganisme yang hidup di perairan payau antara lain : Vibrio, Psedomonas, Bacillus, Chromobacterium, Cyanobacteria, anggota actinomycetes, algae, protozoa, dan virus.
a. Pseudomonas Sp
Merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbon. Keberhasilan penggunaan bakteri Pseudomonas dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon membutuhkan pemahaman tentang mekanisme interaksi antara bakteri Pseudomonas sp dengan senyawa hidrokarbon.
Kerajaan : Bacteria
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Ordo : Pseudomonadales
Famili : Pseudomonadaceae
Genus : Pseudomonas
Jumlah dan jenis mikrooganisme yang terdapat di dalam air bervariasi bergantung dari berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:
1.Sumber air
Jumlah dan jenis mikroorganisme di dalam air dipengaruhi oleh sumber air tersebut, misalnya air atmosfer (air hujan/salju), air permukaan (danau, sungai), air tanah (sumur, mata air), air tergenang (air laut), dsb.
2.Komponen nutrien dalam air
Air, terutama air buangan sering mengandung komponen-komponen yang dibutuhkan oleh spesies mikroorganisme tertentu. Semua air secara alamiah juga mengandung mineral-mineral yang cukup untuk kehidupan mikroorganisme di dalam air.
3.Komponen beracun
Komponen beracun yang terdapat di dalam air mempengaruhi jumlah dan jenis mikroorganisme di dalam air tersebut.
4.Organisme air
Adanya organisme lain di dalam air dapat mempengaruhi jumlah dan jenis mikroorganisme air sebagai contoh plankton merupakan organisme yang makan bakteri, ganggang dan plankton lainnya, sehingga adanya plankton dapat mengurangi jumlah organisme-organisme tersebut.
5.Faktor fisik
Jumlah dan jenis mikroorganisme juga dipengaruhi oeh faktor-faktor fisik seperti: suhu, pH, tekanan osmotik, tekanan hidrostatik, aerasi, dan penetrasi sinar matahari. Jumlah dan jenis mikroorganisme di dalam air buangan selain dipengaruhi oleh faktor-faktor diatas juga dipengaruhi oleh jenis polutan air tersebut. Misalnya air yang terpolusi oleh kotoran hewan dan manusia mengandung bakteri-bakteri yang berasal dari kotoran seperti Esherchia coli, Streptokoki fekal, Clostridium perfringens.
 Mikroorganisme di Air Tanah
Air tanah mangandung zat-zat anorganik maupun zat-zat organic yang merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme (kehidupan mikroorganisme). Air tanah pada umumnya paling sedikit mengandung mikroorganisme dan air tanah yang terdapat pada bagian yang dalam sekali hampir tidak mengandung mikroorganisme. Sebaliknya air permukaan sering banyak mengandung mikroorganisme yang berasal dari tanah dan dari organisme yang terdapat di danau-danau dan sungai-sungai. Bakteri, protozoa dan virus adalah salah satu ancaman tertua untuk air minum dan bertanggung jawab untuk penyakit yang ditularkan melalui air saat ini.
1. Bakteri Coliform
Bakteri koliform adalah bakteri paling sering dikaitkan dengan kualitas air. Bakteri Coliform adalah kelompok besar dari berbagai jenis bakteri.
Coliform adalah kelompok bakteri gram negatif, berbentuk batang, tidak berspora yang pada umumnya menghasilkan gas jika ditumbuhkan dalam medium laktosa. Salah satu anggota kelompok coliform adalah E.Coli. Karena E. coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia, E. coli sering disebut sebagai coliform fecal. Bakteri Coliform terdiri atas 4 genus, yaitu; Escherichia, Enterobacter, Klebsiella, dan Citrobakter. Adanya bakteri coliform pada bahan makanan menunjukkan tingkat sanitasi penanganan suatu produk. Bakteri Coliform dapat dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Coliform fecal adalah anggota dari Coliform yang mampu memfermentasi laktosa pada suhu 44,5oC, misalnya E. Coli merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau manusia dan (2) Coliform non-fecal, misalnya E. Aeroginosa biasanya ditemukan pada hewan atau tanaman yang telah mati. Menurut Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology Edisi ke-7 E. coli dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Divisio : Protophyta
Classis : Schizomycetes
Ordo : Eubacteriales
Familia : Enterobacteriaceae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli
Tipe spesies E. coli dapat hidup soliter, koloni dan motil karena punya flagella dan pili, tumbuh optimum pada suhu 37oC, respirasinya secara aerobik dan bisa melakukan fermentasi secara anaerobik, dengan tes IMVIC (Indol, Metyl red, Vogesproskauer, Sodium sitrat): ++--, glukosa difermentasi (selalu menghasilkan gas) melalui fermentasi asam, beberapa strain dapat menyebabkan penyakit (Singleton, 1992).

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang
E. coli dapat dengan mudah dipelihara dalam laboratorium dan karena itu, mereka adalah spesies indikator yang baik. Keberadaannya dalam sampel air menunjukkan bahwa bahan kotoran mungkin ada dan jika limbah hadir, penyakit menyebabkan organisme yang lebih berbahaya juga dapat hadir.
Bakteri Coliform tinggal di tanah atau vegetasi dan dalam saluran pencernaan hewan. Koli masukkan pasokan air dari pembuangan limbah langsung ke sungai atau danau, atau dari aliran air dari daerah berhutan, padang rumput, feedlots, septic tank, dan tanaman limbah ke sungai atau air tanah. Selain itu, koli dapat memasukkan rumah individu melalui aliran balik air dari sumber yang terkontaminasi, filter karbon, atau bocor serta topi yang memungkinkan kotoran dan organisme mati untuk jatuh ke dalam air.
Koli akan menjadi salah satu bakteri pertama yang hadir dalam air yang terkontaminasi dan mereka akan berada dalam jumlah yang jauh lebih besar dari beberapa mikroba patogen yang mungkin ada. Oleh karena itu, koli bertindak sebagai indikator kemungkinan kontaminasi. Kehadiran bakteri coliform tidak selalu berarti bahwa mikroba patogen juga hadir. Namun, jika jumlah koliform besar terdeteksi, kehadiran mikroba lain harus diperiksa.
2. Virus dan Protozoa
Selain bakteri, dua jenis mikroorganisme patogen dapat mempengaruhi kualitas air, yaitu virus dan protozoa. Giardia lamblia dan Cryptosporidium adalah parasit protozoa yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.
- Giardia lamblia
Giardia telah menjadi lebih umum dalam beberapa tahun terakhir sebagai penyakit yang ditularkan melalui air yang hidup secara parasit di usus manusia dan hewan. Mereka memiliki dua tahap, salah satunya adalah bentuk kista yang bisa ditelan dari air yang terkontaminasi. Setelah kista memasuki perut, organisme dilepaskan ke saluran pencernaan di mana ia akan menempel pada dinding usus. Akhirnya protozoa akan pindah ke usus besar di mana mereka encyst lagi dan diekskresikan dalam tinja dan kembali ke lingkungan.
Setelah di dalam tubuh, giardia penyebab giardiasis, penyakit yang ditandai dengan gejala seperti diare, kram perut, mual, penurunan berat badan, dan kesulitan pencernaan umum. Gejala ini berlangsung selama sekitar satu minggu, namun beberapa orang dapat mengalami infeksi yang lebih kronis dengan gejala serupa dan bahkan lebih besar tingkat penurunan berat badan. Giardiasis jarang fatal, dan bisa diobati medicinally oleh kuinakrin, metronidazol, dan furazolidon.
Giardia memasuki pasokan air melalui kontaminasi oleh bahan tinja. Bahan tinja bisa masuk ke air dari:
• Limbah dibuang ke air melalui kontaminasi silang dan garis air limbah
• Limbah langsung dibuang dari limbah pabrik kecil ke danau atau sungai
• Limbah dibuang ke danau atau sungai dari toilet kabin
• Hewan membawa kista, menyimpan feces mereka langsung ke dalam air
• Curah hujan memindahkan kista diendapkan dari hewan pada tanah ke badan air.
Jika air terkontaminasi dengan giardia, adalah mungkin untuk membunuh kista hanya dengan air mendidih.
- Cryptosporidium
Cryptosporidium parvum adalah parasit protozoa yang menyebabkan Cryptosporidiosi. Pada tahun 1993, lebih dari 400.000 orang di Milwaukee, Wisconsin jatuh sakit setelah minum air yang tercemar. Sejak wabah ini, telah ada dorongan lebih besar untuk menghapus cryptosporidium dari pasokan air kota.
Cryptosporidium disebarkan oleh penularan ookista melalui air minum yang telah terkontaminasi dengan feces yang terinfeksi mamalia. Ookista dari manusia ke manusia lain infektif banyak, dan banyak hewan bertindak sebagai reservoir ookista yang dapat menginfeksi manusia. Begitu dalam inangnya, istirahat ookista, melepaskan empat spora bergerak yang menempel pada dinding saluran pencernaan, dan akhirnya membentuk ookista lagi yang dapat dikeluarkan. Gejala terjadi 2 sampai 10 hari setelah infeksi. Gejala-gejala ini meliputi diare, sakit kepala, kram perut, mual, muntah, dan demam rendah. Tidak ada perawatan terhadap protozoa meskipun ada kemungkinan untuk mengobati gejala. Setelah sekitar 1-2 minggu, gejala mereda sebagai sistem kekebalan tubuh berhenti infeksi. Namun bagi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh seperti bayi, manula, orang-orang dengan AIDS, atau cangkok, Cryptosporidiosis bisa menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup. Terinfeksi feces Cryptosporidium memasuki pasokan air baik dari kontaminasi silang garis limbah dengan saluran air, atau air permukaan yang terinfeksi dengan kotoran hewan yang terkontaminasi. pengolahan air proses yang memanfaatkan koagulasi , sedimentasi , filtrasi dan klorinasi dapat menghapusnya. Namun, karena ukurannya yang kecil dan ketahanan terhadap klorinasi, perawatan ini mungkin tidak bekerja. Jika cryptosporidium merupakan masalah di daerah Anda, merebus air selama sedikitnya satu menit adalah cara yang efektif untuk membunuh itu.
Seperti giardia, jika Anda berada di sistem publik, Anda akan menerima pemberitahuan jika tingkat cryptosporidium telah meningkat.
- Hepatitis A:
Hepatitis A adalah virus enterik yang sangat kecil. Hal ini dapat ditransfer melalui air yang terkontaminasi, menyebabkan KLB. Virus ini dikeluarkan oleh orang yang membuang tinja, dan jika kotoran mencemari pasokan air, maka virus ini dibawa dalam air sampai dikonsumsi oleh manusia. Gejala seperti hati meradang, disertai oleh kelesuan, anoreksia, kelemahan, mual, demam dan sakit kuning yang umum. Sebuah kasus yang ringan hanya mungkin memerlukan satu atau dua minggu istirahat, sementara kasus yang parah dapat mengakibatkan kerusakan hati dan kematian mungkin. Umumnya, sistem air memanfaatkan klorinasi , diawali dengan koagulasi , flokulasi , pengendapan dan penyaringan untuk menghapus virus. Merebus air Anda juga akan membunuh virus. Jika Anda akan menggunakan sistem air pribadi, Anda mungkin ingin memeriksa air sumur Anda untuk bakteri coliform. Jika ada sejumlah besar bakteri ini, ada kemungkinan paling kontaminasi dari limbah, dan air perlu dirawat.
3. Cacing:
Cacing adalah cacing parasit yang tumbuh dan berkembang biak dalam kotoran dan tanah basah. Mereka memasuki tubuh dengan membenamkan melalui kulit, atau dengan konsumsi dari worm di salah satu siklus hidup banyak fase nya . Telur dan bentuk larva dari cacing yang cukup besar untuk terjebak selama perawatan air konvensional, sehingga mereka cenderung tidak menjadi masalah dalam sistem air. Di samping itu, sebagian besar cacing ini tidak ditularkan melalui air, sehingga kemungkinan infeksi diminimalkan. Air minum biasanya tidak diuji untuk ini, karena mereka tidak dianggap banyak masalah di Amerika Serikat, mereka lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang.
 Mikroorganisme di Air Kolam

Gambar Air Kolam
1. Bakteri
Cyanobacteria adalah mikroorganisme yang sangat umum ditemukan dalam air. Warna air kebiruan-hijau di kolam atau selokan yang dikaitkan dengan organisme ini. Nostoc dan Anabaena adalah cyanobacteria umum yang ditemukan dalam air kolam. Bakteri spiroketa adalah sekelompok bakteri yang biasa juga ditemukan dalam air kolam. Namun, memiliki struktur yang berbeda dengan cyanobacteria, yaitu memiliki banyak rambut yang membuat meraka bergerak cepat.
a. Anabaena
adalah genus cyanobakteria filamentous atau ganggang hijau-biru,ditemukan sebagai plankton. Anabaena diketahui berperan dalam menfiksasi nitrogen, dan Anabaena membentuk hubungan simbiosis dengan tanaman tertentu seperti pakupakuan. terdapat satu dari 4 genera dari cyanobacteria yang menghasilkan neurotoxin,yang membahayakan margasatwa lokal seperti halnya hewan ternak dan hewan peliharaan. Spesies tertentu dari Anabaena telah digunakan dalam pertanaman padi sawah, sebagai penyedia pupuk alami yang efektif.
Taksonomi Anabaena
Kingdom : Eubacteria
Phylum : Cyanobacteria
Order : Nostocales
British distribution : Evidently widespread.
World distribution : Widespread.
Beberapa Species yang diketahui adalah sebagai berikut : Anabaena aequalis, Anabaena affinis, Anabaena angstumalis, Anabaena angstumalis, Anabaena angstumalis marchica, Anabaena aphanizomendoides, Anabaena macrospora, Anabaena macrospora robusta, Anabaena azollae, Anabaena bornetiana, Anabaena catenula, Anabaena circinalis
2. Protozoa
Euglena adalah mikroorganisme di kolam yang bergerak dengan bantuan flagella. Amoeba bentuk kelompok lain protozoa yang bergerak dengan bantuan pseudopodia atau kaki palsu. Ciliates seperti paramecium, vorticella dan ophrydium bergerak dalam air dengan bantuan sejumlah kecil rambut mereka seperti struktur yang disebut silia.
3. Alga
Beberapa ganggang umum yang ditemukan dalam air tambak adalah Chlamydomonas, euglena dan spongomonas. Chlamydomonas berenang dengan bebas, sementara spongomonas menggunakan flagela mereka untuk mengumpulkan makanan bukan bergerak, dan hidup dalam matriks gelatin. Volvox merupakan alga yang hidup dalam koloni. Diatom, Spirogyra, oedogonium, cladophora, zygnema dan porphyridium adalah beberapa filamen jenis alga umum yang ditemukan dalam air.
a. Scenedesmus sp.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Chlorococcales
Family : Scenedesmaceae

4. Rotifer
Rotifera adalah jenis mikro-hewan multiseluler yang paling sering ditemukan di air tawar, walaupun beberapa bentuk juga disesuaikan untuk hidup di air asin laut dan samudra. Hewan ini mendapatkan nama mereka dari seberkas bulu mata yang hadir di depan tubuh di sekitar mulut mereka. Mereka menggunakan bulu mata mereka untuk mendorong diri sendiri dan juga makanan langsung ke dalam mulut mereka. Namun, tidak semua rotifera bergantung pada silia untuk bergerak. bentuk hidup bebas kebanyakan memiliki dua kaki seperti struktur di bagian belakang mereka dengan yang mereka melekatkan diri pada substrat sambil makan.
5. Ular naga
Hydra merupakan hewan air tawar yang paling sering ditemukan dalam air kolam. Hewan ini milik hydrozoa kelas anggota yang hidup terutama di air laut. Hydra merupakan hewan predator yang memburu mangsanya dengan bantuan sel penyengat khusus yang disebut cnidocytes. Sel-sel penyengat yang hadir dalam tentakel yang mengelilingi mulut. Pada ujung yang lain dari tubuh tubular hydra adalah disk basal atau kaki dengan yang hydra yang menempel pada dasar tersebut.
1.2 Mikroorganisme Air Yang Menguntungkan
Beberapa macam mikroorganisme air yang menguntungkan:
a. Banyak plankton, baik fitoplankton ataupun zooplankton merupakan makanan utama ikan, sehingga kehadirannya merupakan tanda kesuburan perairan tersebut. Jenis-jenis mikroalgae misalnya : Chlorella, Hydrodyction, Pinnularia, Scenedesmus, Tabellaria.
b. Banyak jenis bakteri atau fungi di dalam badan air berlaku sebagai jasad ”dekomposer”, artinya jasad tersebut mempunyai kemampuan untuk mengurai atau merombak senyawa yang berada dalam badan air. Sehingga kehadirannya dimanfaatkan dalam pengolahan buangan di dalam air secara biologis
c. Pada umumnya mikroalgae mempunyai klorofil, sehingga dapat melakukan fotosintesis dengan menghasilkan oksigen. Di dalam air, kegiatan fotosintesis akan menambah jumlah oksigen, sehingga nilai kelarutan oksigen akan naik/ber-tambah, ini yang diperlukan oleh kehidupan di dalam air.
d. Kehadiran senyawa hasil rombakan bakteri atau fungi dimanfaatkan oleh jasad pemakai/konsumen. Tanpa adanya jasad pemakai kemungkinan besar akumulasi hasil uraian tersebut dapat mengakibatkan keracunan terhadap jasad lain, khususnnya ikan.
e. Anabaena memiliki kemampuan untuk memfiksasi nitrogen dan dapat kita tersebar luas di dalam air dan juga tanah yang lembab/basah. Spesies tertentu bersimbiosis dengan tanaman tingkat tinggi, seperti Anabaena azollae dalam spesies Azolla (paku air). Beberapa spesies telah berhasil digunakan dalam menyediakan oksigen pada pertanaman padi sawah
1.3 Mikroorganisme Air Yang Merugikan
a. Yang paling dikuatirkan, bila di dalam badan air terdapat mikroba penyebab penyakit, seperti : Salmonella penyebab penyakit tifus/paratifus, Shigella penyebab penyakit disentribasiler, Vibrio penyebab penyakit kolera, Entamoeba penyebab disentriamuba.
b. Di dalam air juga ditemukan mikroba penghasil toksin seperti : Clostridium yang hidup anaerobik, yang hidup aerobik misalnya : Pseudomonas, Salmonella, Staphyloccus, serta beberapa jenis mikroalgae seperti Anabaena dan Microcystis
c. Sering didapatkan warna air bila disimpan cepat berubah, padahal air tersebut berasal dari air pompa, misal di daerah permukiman baru yang tadinya persawahan. Ini disebabkan oleh adanya bakteri besi misal Crenothrix yang mempunyai kemampuan untuk mengoksidasi senyawa ferro menjadi ferri.
d. Di permukiman baru yang asalnya persawahan, kalau air pompa disimpan menjadi berbau (bau busuk). Ini disebabkan oleh adanya bakteri belerang misal Thiobacillus yang mempunyai kemampuan mereduksi senyawa sulfat menjadi H2S.
e. Badan dan warna air dapat berubah menjadi berwarna hijau, biru-hijau atau warna-warna lain yang sesuai dengan warna yang dimiliki oleh mikroalgae. Bahkan suatu proses yang sering terjadi pada danau atau kolam yang besar yang seluruh permukaan airnya ditumbuhi oleh algae yang sangat banyak dinamakan blooming. Biasanya jenis mikroalgae yang berperan didalamnya adalah Anabaena flosaquae dan Microcystis aerugynosa. Dalam keadaan blooming sering terjadi kasus-kasus :
- Ikan mati, terutama yang masih kecil yang disebabkan karena jenis-jenis mikroalgae tersebut dapat menghasilkan toksin yang dapat meracuni ikan.
- Korosi atau pengkaratan terhadap logam (yang mengandung senyawa Fe atau S), karena di dalam massa mikroalgae penyebab blooming didapatkan pula bakteri Fe atau S penghasil asam yang korosif.
1.4 Jenis-Jenis Kontaminan Air
1. Kontaminan Organik
Sebuah daftar panjang bahan kimia organik, termasuk benzene, PCB dan vinil klorida, bisa masuk dalam air minum, berpotensi menyebabkan kerusakan yang mencakup peningkatan risiko kanker, hati, ginjal, perut, sistem saraf dan masalah sistem kekebalan tubuh; kesulitan reproduksi; katarak, dan anemia. Bahan kimia yang mencemari air berasal dari limpasan pertanian herbisida atau pestisida, leach dari tangki penyimpanan dan landfill dan dibuang dari pabrik. Banyak dikenal sebagai senyawa organik yang mudah menguap . Beberapa terus di dalam lingkungan, sebagai residu dari pestisida yang telah lama dilarang (seperti DDT) dan yang lain ditambahkan ke dalam air selama pengelolaan sampah (seperti klorin).
2. Kontaminan anorganik
ABC kontaminan air yang berasal dari sumber kimia anorganik: arsen, barium dan kromium, bersama dengan timbal, antimon, merkuri, sianida, asbes, tembaga dan banyak lagi, sebagian besar logam dan garam. Banyak terjadi secara alami, tetapi mereka juga dapat diperkenalkan melalui kegiatan manusia. Timbal dapat larut ke dalam air dari pipa memimpin, dan fluoride ditambahkan sengaja untuk membantu dalam perawatan gigi. Dengan salah satu kontaminan, jumlah lebih dari tertentu, tingkat yang dapat diterima dapat memiliki efek samping yang kurang baik. Penyakit yang disebabkan oleh overexposure kontaminan ini dapat relatif jinak, seperti diare dan pewarnaan atau pitting gigi, atau sangat serius, seperti hati, ginjal, tulang dan kerusakan jantung, efek sistem saraf dan kanker. Banyak anorganik dan organik kontaminan air dapat diberantas atau dikurangi melalui reverse osmosis atau penyulingan. Pastikan untuk mencari tahu apa kontaminan air filter dapat menangani sebelum Anda membelinya.
1.5 Kualitas Air
Pengadaan air bersih untuk kepentingan rumah tangga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan sesuai peraturan Internasional (WHO dan APHA). Kualitas air bersih di Indonesia sendiri harus memenuhi persyaratan yang tertuang di dalam peraturan Menteri Kesehatan RI No. 173/Men. Kes/Per/VIII/77. Menurut Suriawiria (1985), kualitas tesebut menyangkut:
2. Kualitas Fisik, meliputi kekeruhan, temperatur, warna, bau, dan rasa.
3. Kualitas Kimia, yaitu yang berhubungan dengan adanya ion-ion senyawa ataupun logam yang membahayakan dan pestisida.
4. Kualitas Biologi yaitu berhubungan dengan kehadiran mikroba patogen (penyebab penyakit), pencemar, dan penghasil toksin. Kandungan bakteri E. Coli dalam air berdasarkan ketentuan WHO (1968) dalam Dwijoseputro (1989), dalam hal jumlah maksimum yang diperkenankan per 100 ml adalah 1000, air untuk kolam renang 200, dan air minum 1. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air secara biologis ditentukan oleh kehadiran bakteri E. Coli di dalamnya.
1.6 Mikroorganisme indikator
Mikroorganisme indicator adalah sekelompok mikroorganisme yang digunakan sebagai petunjuk kualitas air. Mikroorganisme indikator telah digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kontaminasi tinja di air, makanan, dan sampel lainnya. Mikroorganisme indikator dapat dibedakan menjadi indikator bakteri, indikator virus, dan indikator protozoa.

Sungai di California yang tercemar, tampak adanya buih.
Terdapat lima bakteri yang umum digunakan sebagai indikator:
Koliform
Koliform tidak termasuk dalam taksonomi bakteri namun hanya istilah untuk menyebutkan kelompok mikroorganisme yang berada di air. Ciri-ciri bakteri koliform adalah gram negatif, berbentuk batang, merupakan anaerob fakultatif yang dapat memfermentasikan laktosa dengan pembentukkan asam dan gas pada suhu 35 °C selama 24-48 jam. Memiliki enzim tambahan yaitu sitokrom oksidase dan beta-galaktosidase. Koliform dapat ditemukan di saluran pencemaran hewan, tanah, atau secara alami pada sampel lingkungan. Pada keadaan normal, koliform terdapat di air dalam jumlah standar dan dapat diukur, namun bila terjadi pencemaran air, jumlah koliform akan menjadi banyak dan dapat melebihi jumlah bakteri patogen lain. Oleh karena itu, koliform dapat digunakan sebagai indikator pencemaran air. Jika terdapat bakteri koliform dalam air, belum tentu bakteri patogen juga ada di air tersebut, namun jika bakteri koliform terdapat dalam jumlah besar maka perlu diperiksa kembali keberadaan bakteri patogen lain.

Koliform Tinja
Digunakan untuk mendeteksi pencemaran tinja. Merupakan bakteri termotoleran yang dapat beradaptasi dengan cara stabilisasi protein pada suhu di saluran pencernaan. Koliform tinja dapat melakukan fermentasi dengan menghasilkan asam dan gas pada suhu 44.5 °C. Koliform tinja memiliki korelasi yang kuat dengan pencemaran tinja hewan berdarah panas. Untuk mendeteksi E.coli pada koliform tinja secara lebih spesifik dapat digunakan enzim MUG yang aka[n berpendar dengan sinar UV. Streptococcus Tinja – Enterococcus. Merupakan mikrobiota pada manusia dan hewan. Contoh Streptococcus pada manusia adalah S. faecalis dan S. faecium
Clostridium
Merupakan mikrobiota pada hewan berdarah panas dan limbah. Sifatnya lebih stabil dibanding patogen dan memiliki spora sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi polusi yang terjadi di waktu lampau.
Pseudomonas
Digunakan sebagai indikator kolam renang selain Staphylococcus aureus. Memiliki sifat tahan terhadap desinfeksi kimiawi. Berpigmen pyocyanin dan dapat berpendar.
Bacteroides spp. dan Bifidobacteria spp.
Banyak ditemukan di feses 100 kali dibanding yang lain. Kedua bakteri ini sulit dideteksi karena bersifat sangat anaerob dan dapat musnah bila terkena oksigen, sehingga untuk mendeteksi perlu kondisi yang sangat anaerob pula. Beberapa jenis Bacteroides spesifik pada manusia.
Indikator Virus
Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus[1].
• Kolifage, yaitu baktriofage yang menginfeksi E.coli dan bakteri koliform lainnya. Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada dinding selnya. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada inangnya. Contohnya adalah myoviridae, podoviridae, dan siphoviridae.
• Kolifage jantan, yaitu colifage yang menginfeksi E.coli jantan (yang memilliki strain F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili. Bersifat spesifik pada feses. Contohnya adalah leviviridae
• Fage Bacteroides fragilis, bersifat spesifik feses manusia. Namun konsentrasinya sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya
• Fage Salmonella, terdapat pada feses manusia dan hewan. Digunakan untuk mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella, namun konsentrasinya juga terlalu rendah.
Indikator Protozoa
Sesungguhnya tidak ada indikator yang berlaku secara universal bagi parasit protozoa. Indikator bergantung pada sumber air yang dugunakan pada suatu daerah tertentu. Contoh yang telah diidentifikasi adalah indikasi menggunakan spora Clostridium dan bakteri aerob termostabil.
Kelemahan
Tidak ada indikator yang ideal untuk semua lingkungan dan memenuhi semua persyaratan. tidak ada suatu indikator yang dapat mencangkup semua jenis indikator. Hal ini disebabkan karena tidak semua bakteri dapat dijadikan indikator bagi patogen. Virus dan protozoa memiliki perbedaan ukuran, respon terhadapat tekanan lingkungan, dan perlakuan. Media dan kondisi yang berbeda-beda juga membuat tidak ada indikator yang benar-benar cocok untuk kundisi tertentu. Karena itu dibuat suatu kriteria untuk mentoleransi ketidaksempurnaan tersebut. Setiap negara, setiap daerah memiliki kriteria yang berbeda-beda.Contohnya di Indonesia dilakukan pengelolaa kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Air digolongkan berdasarkan kriteria mutu mejadi kelas I, kelas II, kelas III, dan kelas IV. Untuk air minum kadar koliform tinja maksimal 2000 dan kadar total koliform maksimal 10000.
1.5 Analisis Mikrobiologi Air
Permukaan air yang kelihatannya jernih dan bersih, belum tentu air tersebut bebas dari kontaminan. Bisa saja air ini terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Mikroorganisme kontaminan tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan metode-metode laboratorium. Pengujian macam-macam mikroorganisme patogen dalam air minum tidaklah praktis (langsung). Analisis yang digunakan dalam pemeriksaan mikrobiologi antara lain:
1. Total Count. Total count bakteri, ditentukan berdasarkan penanaman bahan dalam jumlah dan pengenceran tertentu ke dalam media yang umum untuk bakteri. Setelah diinkubasikan pada suhu kamar selama waktu maksimal 4 x 24 jam, dilakukan perhitungan koloni. Total count fungi, dilakukan dengan metode yang sama kecuali suhu inkubasi 28 ± 1oC. Pada permukaan media pertumbuhan untuk fungi ditambahkan asam laktat 3% sebelum memasukkan sampel untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
2. Penentuan Nilai IPB (Indeks Pencemar Biologis). Makin tinggi nilai IPB, maka makin tinggi kemungkinan deteriosasi/korosi materi di dalam sistem pabrik (logam-logam yagn mengandung Fe dan S) ataupun terhadap kemungkinan adanya kontaminasi badan air oleh organisme patogen.
Perhitungan Nilai Total Coliform
Coliform total ditentukan dengan teknik MPN (Most Probable Number) atau JPT (Jumlah Perkiraan Terdekat) dan dengsan metode penyaring membran. MPN merupakan metode penentuan jumlah bakteri yang tumbuh pada pengenceran beberapa seri tabung dengan tabel MPN coliform. Metode MPN ini lebih baik bila dibandingkan dengan metode hitung cawan, karena lebih sensitif dan dapat mendeteksi coliform dalam jumlah yang sangat rendah di dalam sampel air (Supardi dan Sukamto, 1999). Uji kualitas Coliform terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) Uji pendugaan, (2) Uji penegasan, (3) Uji lengkap. Menurut fardiaz (1993), uji kualitas koliform tidak harus dilakukan swecara lengkap seperti di atas. Hal ini twergantung dari berbagai faktor, seperti waktu, mutu, sampel yang diuji, biaya, tujuan analisis, dam faktor-faktor lainnya.
Metode MPN ini menggunakan medium cair di dalam tabung reaksi, yang perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah tabung yang positif setelah diinkubasi pada suhu dan waktu tertentu. Pengamatan tabung positif dapat dilihat dengan mengamati timbulnya kekeruhan atau terbentuknya gas pada tabung Durham untuk mikroba pembentuk gas, seperti E. coli. Metode MPN ini biasanya dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam sampel cair, dapat pula dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba untuk sampel yang bentuknya padat, dengan terlebih dahulu membuat suspensi 1:10 dari sampel tersebut (Siswandi, 2000). Perhitungan jumlah bakteri coliform dilakukan dengan rumus :
MPN mikroba = Nilai MPN X 1/pengenceran tabung di tengah.
Penanggulangan Mikroorganisme Patogen Dalam Air
Kelompok bakteri pengguna, yaitu kelompok lain dari bakteri yang mampu untuk mengurai senyawa-senyawa tertentu di dalam badan air. Dikenal kemudian adanya kelompok bakteri pengguna residu pestisida, pengguna residu minyak bumi, pengguna residu deterjen, dan sebagainya.
Untuk membunuh mikroorganisme air yang membahayakan manusia dengan desinfeksi klorin, filtrasi, radiasi ultraviolet atau ozonisasi.
1. Filter
Filtrasi tidak dapat mudah menghilangkan bakteri atau virus dari air minum. Fine filtrasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dari berusaha keluar organisme besar seperti kista protozoa dan telur cacing, namun perlu dilengkapi dengan metode disinfeksi untuk menghilangkan bakteri. Beberapa perangkat filtrasi pada tingkat 0,25 mikron mutlak, dan lebih halus, mungkin efektif untuk menghilangkan bakteri, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan tekanan air. Filter harus diperiksa dan diganti secara berkala.
2. Klorin
Desinfektan-menyebar peralatan harus otomatis, membutuhkan perawatan minimal dan memperlakukan semua air masuk rumah. Hal ini juga harus gagal-aman sehingga tidak mungkin untuk sadar menggunakan atau mengkonsumsi air yang tidak diobati. Ada banyak perangkat yang tersedia untuk mengeluarkan dosis klorin. Beberapa beroperasi dengan melepaskan pelet ke dalam sumur, yang lain menyuntikkan larutan klorin ke dalam garis air. Klorin adalah metode yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat untuk individu disinfektan pasokan air dan kota. Ia bisa menghancurkan bakteri dengan mengoksidasi enzim internal mereka. Namun, jika air memiliki tingkat organik tinggi, organik diklorinasi berbahaya (trihalomethanes) dapat dihasilkan. Beberapa bahan kimia organik terklorinasi diduga karsinogenik bagi manusia. sistem Klorinasi perlu diperiksa dan dipelihara secara teratur oleh pemilik rumah.

Akan tetapi penggunaan senyawa ini perlu mendapat catatan dimana :
1. Gas klor tidak efektif dalam membunuh protozoa Cryptosporidium-c.
2. Gas khlor tidak efektif dalam membunuh virus Hepatitis A meskipun bakteri mati oleh desinfektan ini.
3. Untuk menjaga kualitas air perpipaan, keberadaan sisa khlor sangat diperlukan dalam suatu sistem jaringan distribusi karena dapat mengurangi risiko tumbuhnya mikroba dan terjadinya kontaminasi.
3. Yodium
Yodium secara kimiawi lebih stabil dari klorin tetapi lebih mahal. peralatan iodinasi biasanya dipasang di antara pompa dan memegang atau tangki tekanan, dan terus menerus aliran diukur tepat yodium terkonsentrasi dimasukkan ke dalam pipa air. Jenis peralatan mudah dioperasikan dan membutuhkan sedikit pemeliharaan. Yodium dapat memberi rasa sedikit ke air.

4. Cahaya Ultraviolet
iradiasi ultraviolet akan membunuh bakteri dengan membuat perubahan fotokimia dalam DNA-nya. Tidak ada bahan kimia yang ditambahkan ke air dengan proses ini. Air minum ultraviolet Hampir semua unit terdiri dari satu atau lebih lampu ultraviolet biasanya tertutup di lengan kuarsa, sekitar yang aliran air. Lampu UV mirip dengan lampu neon dan lengan kuarsa sekitarnya setiap lampu melindungi lampu dari tindakan pendingin air. Pengaruh pembunuhan lampu berkurang ketika lampu suhu diturunkan. Air tanah biasanya suhu sepanjang tahun konstan dan sehingga memungkinkan untuk mengatur laju aliran yang tidak akan menyebabkan pendinginan berlebihan.
Efektivitas iradiasi UV tergantung pada intensitas cahaya, kedalaman paparan dan waktu kontak. Air lewat di lapisan tipis relatif di sekitar lampu, karena itu, aliran air harus diatur untuk memastikan bahwa semua organisme mendapatkan eksposur yang memadai berkurang. Jika air semua di keruh, atau jika kartu berisi jejak dari besi, efektivitas UV sangat . Dalam kasus tersebut, air harus disaring sebelum mencapai sistem UV. Unit iradiasi ultraviolet yang otomatis dan membutuhkan sedikit pemeliharaan. Ada beberapa tersedia secara komersial UV sistem yang dirancang untuk sumur rumah.
5. Ozon
Ozone mengandung tiga atom oksigen. Telah digunakan dalam pengolahan air sejak tahun 1903. Hal ini lebih efektif terhadap bakteri dan virus dari klorin dan tidak menambahkan bahan kimia untuk air. Ozon tidak bisa disimpan dan membutuhkan sebuah situs ozon generator-on. Secara umum, ozonisasi peralatan serta biaya operasi yang lebih tinggi daripada prosedur perawatan lainnya.










BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Kelompok mikroorganisme yang hidup di dalam air terdiri dari : Bakteri, Alga biru-hijau, Fungi, Microalgae, Virus dan Protozoa.
2. Beberapa macam mikroorganisme air yang menguntungkan: Chlorella, Hydrodyction, Pinnularia, Scenedesmus, Tabellaria (sebagai makanan ikan). Mikroalgae (sebagai decomposer) dan menghasilkan oksigen. Anabaena memiliki kemampuan untuk memfiksasi nitrogen dan dapat kita tersebar luas di dalam air dan juga tanah.
3. Beberapa macam mikroorganisme merugikan :Vibrio penyebab penyakit kolera, Entamoeba penyebab disentriamuba.Di dalam air juga ditemukan mikroba penghasil toksin seperti : Clostridium yang hidup anaerobik, yang hidup aerobik misalnya : Pseudomonas, Salmonella, Staphyloccus, serta beberapa jenis mikroalgae seperti Anabaena dan Microcystis. Thiobacillus menyebabkan air menjadi busuk, yang mempunyai kemampuan mereduksi senyawa sulfat menjadi H2S.





DAFTAR PUSTAKA
Atlas Kanada (2004). Principles of microbiology. St. Louis: Mosby. ISBN 0-8016-7790-4.

Departemen Kesehatan RI. 2002. SK Menteri Kesehatan No. 907/Menkes/VIII/, Tentang Standarisasi Baku Mutu Air dan Badan Dalam Air. Jakarta:Depkes.

Dwidjoseputro. 1976. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan

Fardiaz (1993), Fardiaz, Srikandi. 1993. Analisis Mikrobioloogi Pangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Gleick, 1996, Buku Panduan PE Kualitas Air Minum. 1990. Van Nostrand Reinhold, NY.

Purnomo, Hari. 1995. Aktivitas Air dan Perannya dalam Pengawetan Pangan.Jakarta: Universitas Indonesia.

Saksono, Lukman. 1986. Pengantar Sanitasi Makanan. Bandung: Alumni.

Santoso, Budi. 1994. Petunjuk Praktis Budidaya Lele Dumbo& Lokal.Yogyakarta: Kanisius.

Singleton, P. 1992. Introduction to Bacteria for Student of Biology Biotecnology and Medicine. New york: Academyc Press. Inc.

Suriawiria. 1993. Budi Daya Ikan dan Pengelolaannya. Jakarta: Penebar Swadaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar